Diskusi
ah, selamat datang kumparan waktu yang baru.
bergulung-gulung dalam hari untuk mengukir cerita-cerita
baru lagi. mari, duduk disini, di bangkutaman ini. sengaja saya pindahkan ke
sisi dermaga panjang yang menjorok ke pantai, pun namanya tak menjadi
bangkutaman lagi? ah saya tak peduli kawan, saya tetap menyebutnya bangkutaman.
ayo kawan duduk disini, ditepi lautan, bersama jejak pasir lembut sapuan buih
ombak, mengamati batas samudera dan lazuardi yang menyatu di ujung sana. indah khan ?
duduk, duduklah disini, disamping saya, di bangkutaman di
tepi lautan.. kita akan menjemput senja pertama kita, menyentuh gemintang malam
di langit bening nanti malam, dan menyambungnya hingga fajar. menyambangi terik
mentari di musim panas. dan bermain dengan riak-riak air hujan kala musim
penghujan. melihat daun-daun menghijau lagi dari tunas-tunas pohon, dan
menunggunya menguning kecoklatan sampai jatuh..
bagaimana?
sudahkah nyaman dudukmu?
merapatlah kalau sepoi angin membuatku sedikit menggigil.
dan rengkuhlah saya kalau guncangan bahu ini tiba-tiba tak beraturan dan
membuatmu khawatir. menurutmu, bagian mana yang paling mengasyikkan kawan,
mengenang atau merencanakan? mana yang kita mulai dahulu? atau kita bercerita
saja tanpa arah, ikuti saja alur ini, sampai kita menemukan tikungan untuk
sejenak bersandar dan melepas peluh dan penat.. kita tak akan pernah tau apa
yang sudah terlalui sampai benar-benar melewatinya.. jadi, yah, begitu saja..
mari, duduk disamping saya, kita memulai pembicaraan kita…
Kutipan
dari eva melukis pelangi
Penjaringan, 12 Mei 2008

Comments