Grafiti
kota cahaya, dengan kerlip indah dari angkasa. selalu menyita banyak tarikan nafas, dengan belalak mata yang enggan berkedip. dan saat kaki menjejak tanah, saya tau kota itu menyambut saya ramah dengan segala senyumnya. semakin dalam langkah menyeruak ditemani penasaran, saya tau akan lebih banyak lagi yang bisa saya temukan. dan kemudian menciptakan kepuasan dalam benak.
sekali, saya jatuh cinta. berkalikali, pada bangku taman yang sama, di tepi trotoar depan sebuah gedung wakil rakyat yang masih sama, di sebuah kota yang jauh. berkalikali. terlebih saat bangku itu terisi oleh saya dan dirinya.
di bawah temaram cahaya lampu taman yang seadanya. dalam rintik lembut. riuh
lalulalang orang tak saya pedulikan, dan saya membiarkan diri ini tenggelam
dalam perasaan jatuh cinta. sekali lagi. dan selalu. setiap saat saya kembali
ke kota itu, meski dalam waktu yang tak pernah lama.
kemarin, dalam sebuah perjalanan sehari, lagilagi saya jatuh cinta pada sebuah kota cahaya. dengan pendar siang harinya yang menuai kagum. pada sebuah pelabuhan
udara tepi laut. dengan jalanjalan panjang, yang terkadang terasa jauh tapi
tidak nyatanya. pada bahasa yang untuk pertama kalinya saya dengar. pada
pohonpohon tak bernama yang berbaris rapi dengan dedaunan bergaris mungil yang
bergesekan lembut ketika ditepuk angin. teduh. membuai saya dalam angan.
kemudian menuntun saya membisikkan satu lagi janji temu dengan sebuah kota.
untuk kota cahaya, dimana rasa meluruh bersama waktu, dan mengikat mimpimimpi saya dalam
ceritanya, saya akan kembali. entah kapan. tapi saya akan kembali.
Kutipan
dari eva melukis pelangi

Comments