cinta akan lenyap dengan lenyapnya sebab…
(ibnu qayyim al jauziyyah, fii kitabi raudhatul muhibbin)
Kepada Dia
yang membentuk singgasana surga nan gemerlap. Dia mengatur dunia seorang diri. Dia yang dalam
kegelapan hatiku, menyinarkan cahaya-Nya yang tidak terlihat. Dia yang
menganugerahi manusia keteguhan hati untuk berdoa dan beribadah padaNya. Hanya
pada-Nya kutujukan puji dan syukur atas segala yang diberikan kepada kaum
muslimin! Dan hanya pada sang penghulu risalah suci, shalawat serta salam
tertuju.
Shubuh ini,
Kubuka mataku seirama fajar yang
menggelinding menyongsong senja,
begitu pun asaku terlukis dari hari ke
hari
mengharap ta'arufmu hingga kini di ujung
galah usiaku
yang hampir seperempat abad.
Sukmamu yang melanglang
menjemput sukmaku di sini,
menguatkan tegarku akan kebesaran Illahi.
Tak jauh berbeda nasibku denganmu,
bagaimana mungkin kau bisa mendampingiku
andai saat ini kau tak setegar karang,
bagaimana kau merangkul pundakku
jika saat ini jiwamu hanya serapuh puing-puing
yang berserakan....
Sebanyak hitungan nafasmu saat ini,
kau mampu menjaga kesabaranmu,
aku yakin kau pun lebih mampu
memeliharanya
karena itu
yang akan mengantarkan ta'arufmu padaku.
Jangan
pernah berpikir bahwa dirimu hidup sendiri,
karena aku tak pernah bersembunyi,
mungkin Allah masih memisahkan kita
sementara waktu
agar kita
lebih mampu mendewasakan diri.
Apakah
tak cukup bukti akan kesetiaanku?
Lihatlah kerutan hari mengurangi detik demi detik
bilangan usiaku yang entah tinggal berapa,
melukis helai rambut yang mulai berubah
warna....
Terima kasih atas do'amu untukku.
Semoga Allah senantiasa menjaga kesabaran di hati kita,
menyempurnakan
setengah dien kita, dalam ridho dan cinta kasih-Nya.
Aamiin
ya rabbal aalamiin.
Bumialam Hijau, 7 Maret 2008
Recent Comments